Sabtu, 24 Juni 2017

banua press

Pengertian Obligasi Ritel Indonesia

Dalam berinvestasi Anda mungkin sering mendengar tentang tabungan, deposito, dan asuransi. Beberapa contoh tersebut merupakan jenis investasi yang paling banyak diminati di Indonesia karena termasuk ke dalam investasi yang berisiko rendah, meskipun imbal hasil keuntungannya cukup rendah. Namun dalam pasar saham, Anda mungkin akan sering menemukan istilah berupa reksa dana atau lainnya.

Dunia investasi tidak sebatas tabungan atau reksa dana saja, sebagai investor Anda juga perlu tahu tentang Obligasi Ritel Indonesia (ORI) atau Sukuk Ritel. Apa itu? Berikut penjelasannya.


Apakah ORI dan Suku Ritel?
ORI merupakan salah satu alternatif investasi yang menjanjikan untuk jangka waktu menengah, namun Anda harus memahami terlebih dahulu karakter investasi obligasi atau ORI tersebut agar mendapatkan keuntungan yang lebih optimal.

Obligasi ritel merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dengan denomisasi rupiah minimal Rp. 5.000.000 atau lebih dengan kelipatan Rp.5.000.000. Pembayaran kupon obligasi ritel ini dilakukan setiap bulan dengan jangka waktu (3 atau 4 bulan) dan bunga (coupon rate) yang ditetapkan sendiri oleh pemerintah. Pendapatan bunga atas bunga atas obligasi tersebut dikenakan pajak final sebesar 20%.

Dalam ORI, pemerintah juga bisa membeli kembali (buy back) ORI tersebut sebelum jatuh tempo sesuai dengan harga pasar. Pemerintah sebagai penerbit ORI juga akan menjaga kerahasiaan data pemilik ORI. PIhak yang terkait dengan pengelolaan surat utang negara(SUN) hanya dapat melakukan publikasi data dan informasi mengenai SUN setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Menteri Keuangan.

Sedikit berbeda dengan ORI, Sukuk ritel merupakan surat berharga yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap asset Surat Berharga Syariah Negara, baik dalam mata uang rupiah ataupun valuta asing melalui agen penjual.

Investor ritel bersama-sama memiliki asset atau proyek yang kemudian akan disewa kembali pada penjual. Sebagai imbalannya, investor akan mendapatkan bagi hasil berupa kupon Sukuk Ritet. Apabila Anda ingin berinvestasi di instrument yang sesuai dengan syariah Islam, maka Sukuk Ritel merupakan salah satu alternatif yang tepat dibandingkan dengan ORI.

Cara Membeli ORI dan Sukuk Ritel
Agar bisa membeli obligasi ritel, Anda bisa membelinya pada agen penjual (Bank atau perusahaan sekuritas) yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Tata cara pembelian ORI sangatlah mudah, Anda cukup mendatangi ke bank atau perusahan sekuritas yang menjadi agen penjual, lalu membuka rekening, melakukan pendaftaran untuk menjadi nasabah, dan lalu menyetor uang Anda ke rekening sesuai dengan nilai yang Anda inginkan.

Perlu diingat, Anda juga harus melengkapi kelengkapan formulir pemesanan tersebut dengan lampiran fotokopi KTP. Setelah lengkap, pemerintah akan menetapkan hasil penjatahan kepada masing0masing agen penjual mengenai investor yang memperoleh alokasi pembelian ORI. Apabila Anda tidak mendapat alokasi penjatahan, maka Anda akan menerima uangnya kembali sehari atau tiga hari sesudah pengumuman penjatahan. ORI dan Sukuk ritel ditawarkan melalui agen penjual resmi yang sudah ditunjuk oleh pemerintah. Jika Anda berminat, dana investasi tersebut harus minimal sebesar Rp5 juta.

Keuntungan serta Risiko ORI dan Suku Ritel
Setiap jenis investasi tentunya memiliki potensi imbal hasil dan juga risiko, termasuk ORI dan Sukuk Ritel.

Potensi imbal hasil yang bisa Anda dapatkan dari ORI dan Sukuk Ritel melalui dua cara. Pertama, Anda akan memperoleh kupon setiap bulan yang mirip dengan bagi hasil deposito. Saat ini kupon yang pernah diterbitkan bervariasi antara 6% hingga 12 % per tahun. Kupon yang ditetapkan pada awal penerbitan dan tidak akan berubah sepanjang durasi surat hutang. Kedua, Anda juga bisa memperoleh potensi keuntungan dari penjualan ORI dan Sukuk Ritel sebelum jatuh tempo.

Sedangkan untuk risiko yang terkandung dalam investasi ini adalah adanya risiko fluktuasi harga, ketika Anda ingin menjualnya sebelum jatuh tempo. Ingatlah ORI dan Suku Ritel bukan merupakan produk bank. Bank dan perusahaan sekuritas adalah agen penjual yang di awal pembelian wajib memberikan bukti konfirmasi kepemilikan. Lalu, setiap bulan agen penjual wajib memberikan laporan kepemilikan ORI dan Sukuk Ritel serta mentransfer kupon bagi hasil ke rekening Anda.

Nah itulah beberapa pengertian obligasi ritel Indonesia dan juga Sukuk Ritel. Sebelum Anda berinvestasi, pastikan Anda mencari tahu terlebih dahulu apa saja risiko yang akan Anda dapat dari jenis investasi yang sudah dipilih.