Rabu, 08 November 2017

The Writer

Pelurusan Mindset Masyarakat Tentang Kebijakan Sistem Gerbang Tol Online


Setiap lini kehidupan bernegara harus selalu diatur agar tertata sedemikian rupa sistemnya dan pelaksanaannya. Seperti sistem yang mengatur tentang jalan raya, salah satunya adalah jalan bebas hambatan atau dikenal dengan jalan tol. Kini telah diberlakukan penggunaan kartu e-toll untuk memudahkan proses pembayaran di gerbang tol.

Hadirnya kebijakan ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang tidak ada matinya. Selalu ada inovasi setiap harinya. Jaman semakin modern lengkap dengan teknologi canggih yang siap memudahkan para penggunanya. Begitupula dengan kartu e-toll ini yang menjadi inovasi terkini untuk memudahkan pembayaran tarif tol.

Masyarakat pengguna jalan tol sudah tidak perlu lagi antri panjang untuk melakukan pembayaran di gerbang jalan tol. Berpanas-panasan dengan menghirup debu jalanan yang panas dan kotor, harus rela waktunya molor untuk sampai di tempat yang dituju, bahkan masih harus menunggu uang kembalian saat pembayaran. Dengan pembayaran menggunakan kartu elektronik yang memakai e-money, tidak akan ada masalah lagi dengan selisih uang kembalian dan antri lama.

Penggunaan sistem GTO ini benar-benar memberikan banyak manfaat untuk para pengguna jalan tol. Namun perlu diluruskan bahwa sistem ini bukanlah milik Jasa Marga, melainkan milik BI. Dimana program ini adalah program milik BI yang masuk dalam rangkaian program GNNT.

Sejak e-toll ini diberlakukan, hingga hari ini masyarakat masih berpikiran bahwa e-toll adalah kebijakan Jasa Marga. Minimnya sosialisasi menjadi salah satu faktornya. Karena itu diharapkan BI dapat segera meluruskan hal ini agar masyarakat tidak lagi salah persepsi.

Perlu diketahui bahwa T. Jasa Marga adalah hanya sebagai Top Of Mind dari Milestone GNNT BI yang mendukung dan melaksanakan program baru di jalan tol ini. PT. Jasa Marga ini hanya sebagai salah satu vendor operator jalan tol Indonesia yang menerapkan kebijakan baru ini.

Pelaksanaan kebijakan baru ini memang benar sudah dimulai akhir bulan Oktober 2017 kemarin, namun bukan atas keputusan dari PT. Jasa Marga, melainkan keputusan dari pihak BI. PT. Jasa Marga hanya mengikuti saja.

Manfaat dari kehadiran kebijakan baru jalan tol ini memang sangat dirasakan oleh para pengguna jalan tol. Salah satunya adalah bebas macet saat di gerbang jalan tol. Namun untuk keuntungannya, PT. jasa Marga tidak mendapatkannya. Melainkan keuntungan langsung dirasakan oleh BI sendiri sebagai pelaksananya.

Kartu e-toll memang menjadi sistem pembayaran baru untuk jalan tol. Kini menjadi booming dan fenomenal karena manfaatnya yang langsung ditujukan kepada para pengguna jalan tol. Namun adanya hal-hal kecil yang tidak sesuai dengan konsepnya harus segera diluruskan agar tidak menjadi boomerang suatu saat nanti. Termasuk kekeliruan masyarakat yang menganggap bahwa kartu e-toll adalah kebijakan dari Jasa Marga.